Proyek Dukung Patroli Sapu Jerat di TNKS

Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) terletak di empat provinsi (Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Jambi, Provinsi Bengkulu dan Provinsi Sumatera Selatan) menghadapi tekanan atau gangguan dari berbagai arah penjuru. Gangguan/kerusakan ekosistem hutan disebabkan oleh berbagai kepentingan seperti pembukaan hutan untuk lahan pertanian masyarakat, penebangan liar, perburuan satwa liar, penambangan illegal, dan pembukaan jalan baru.

Guna menekan perburuan liar dan kegiatan ilegal yang lain, Proyek Sumatran Tiger mendukung patroli sapu jerat bersama tim Polisi Kehutanan dan Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan TNKS, serta Tim Pelestarian Harimau Sumatera Kerinci Seblat (PHSKS).

Patroli kali ini terfokus pada pengambilan jerat harimau sumatera dan satwa mangsa, pendokumentasian dan pencatatan data temuan perjumpaan langsung maupun tidak langsung (indikator) keberadaan satwa, serta ancaman terhadap kerusakan kawasan TNKS. Umumnya jerat yang dipasang oleh pemburu dapat menyasar binatang apa saja yang melintas di atas jerat tersebut.

Patroli sapu jerat harimau dan satwa mangsa di kawasan TNKS dilaksanakan pada bulan Juni 2017. Masing-masing lokasi memiliki waktu pelaksanaan sebanyak 7 hari kerja di 3 lokasi yang berbeda, yaitu: Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah VI Bengkulu Resort Bengkulu Utara – Mukomuko (4-10 Juni 2017); SPTN Wilayah I Jambi Resort Kerinci Utara (11-17 Juni 2017); dan SPTN Wilayah IV Solok Selatan Resort Sungai Lambai (15-21 Juni 2017).

Patroli ini juga dilaksanakan untuk menindaklanjuti hasil patroli Tim PHSKS pada bulan April yang menemukan banyak jerat yang masih baru dibuat di sekitar lokasi Ladeh Panjang (SPTN Wilayah I Jambi Resort Kerinci Utara).

Patroli sapu jerat ini berjalan dengan baik. Jumlah kehadiran petugas di lapangan meningkat. Tim tidak menemukan titik perambahan baru. Jumlah kilometer patroli yang dilaksanakan oleh petugas TNKS dengan menggunakan dana proyek ini adalah 56,84 km. Jumlah temuan jerat sebanyak 44 jerat. Aktivitas perburuan terhenti sementara, ditemukannya 2 ekor rusa (mati) , dan 2 ekor babi hutan (1 individu masih dalam keadaan hidup) yang terjerat. Diduga pemburu enggan masuk ke kawasan karena 2 bulan sebelumnya juga dilaksanakan patroli rutin oleh tim PHSKS.

@SumatranTigerID

You may also like

Leave a comment