Harimau Tidak Boleh Punah di Sumatera

Proyek Sumatran Tiger menyelenggarakan evaluasi pelaksanaan kegiatan proyek pada kuartal I dan kuartal II serta pembahasan rencana kegiatan tahun 2018.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Bapak Bambang Dahono Adji yang juga menjabat National Project Director Proyek Sumatran Tiger membuka acara ini. “Harimau tidak boleh punah di Sumatera. Sinergi dengan mitra proyek dan lembaga swadaya masyarakat membantu kita mencapai target konservasi keanekaragaman hayati,” ujar Bambang.

Perwakilan dari GEF, UNDP, WCS, ZSL, FFI, staff PIU dan PMU Sumatran Tiger turut menghadiri acara yang berlangsung selama 2 hari dari 10-11 Oktober 2017 di Medan, Sumatera Utara.

Bapak Rudijanta Tjahja Nugraha, National Project Manager Sumatran Tiger, memaparkan pencapaian proyek, dilanjutkan dengan paparan PIU (Project Implementation Unit) dan mitra yaitu taman nasional dan NGOs, di semua bentang alam yaitu Gunung Leuser, Bukit Barisan Selatan, Berbak-Sembilang dan Kerinci Seblat.

“Taman Nasional Gunung Leuser memiliki banyak potensi, potensi plasma nutfah, micro hydro, geothermal energy dan ekowisata, namun perambahan, perburuan dan illegal logging, terus menjadi ancaman,” ujar Misran, Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser. BB TN Gunung Leuser bekerja sama dengan Proyek Sumatran Tiger dan para mitra bersinergi melaksanakan patroli guna menekan ancaman di taman nasional.

Dalam acara ini semua pemangku kepentingan berkomitmen melaksanakan sinkronisasi dan sinergi dalam mendukung aksi konservasi keanekaragaman hayati termasuk aksi konservasi harimau sumatera.

@SumatranTigerID

You may also like

Leave a comment