Tentang Kami

 

 

 

 

Sumatran Tiger adalah proyek yang diimplementasikan di bawah kerangka UNDP Country Programme Action Plan (CPAP) 2011 – 2015. Kerangka ini menerapkan Modal Implementasi Nasional atau National Implementation Modality (NIM), dimana Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berperan sebagai Mitra Pelaksana, yang bertugas dan bertanggung jawab untuk mengelola proyek – termasuk melakukan pengawasan dan evaluasi intervensi-intervensi proyek, pencapaian target dan penggunaan sumber daya proyek secara efektif.

Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati di bawah Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), menjadi institusi pemerintah yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan dan koordinasi proyek sehari-hari. Mereka bekerja sama erat bersama direktorat terkait dalam Dirjen KSDAE, balai taman nasional dan kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati bertindak sebagai Direktur Proyek Nasional atau National Project Director (NPD), yang menjadi penghubung utama proyek dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. NPD bertanggung jawab untuk menyediakan fasilitas pemerintah dan panduan bagi implementasi proyek.

Misi dan Visi

 

Visi

 

Dalam jangka panjang, solusi yang kami tawarkan untuk menyelamatkan hutan, tumbuhan dan satwa liar, jasa ekosistem di Sumatera adalah melalui konsolidasi jaringan antar wilayah lindung yang didanai secara cukup dan dikelola secara efektif, disokong oleh aksi-aksi lain di komunitas dan sekitar hutan, guna mewujudkan pengelolaan lanskap secara berkelanjutan.

Target tersebut diraih melalui upaya penguatan efektivitas tata kelola dan pembiayaan yang berkelanjutan di taman-taman nasional kunci dengan mengembangkan sistem kemitraan multilembaga di berbagai provinsi dan menyediakan insentif untuk komunitas di wilayah-wilayah kunci agar mereka mengurangi kegiatan perambahan hutan dan perburuan spesies yang dilindungi.

Saat ini, hambatan utama guna mencapai visi ini adalah kombinasi antara lemahnya kontrol atas sumber daya alam dan kapasitas tata kelola wilayah lindung, buruknya koordinasi antarlembaga serta kurangnya perencanaan pendanaan dan manajemen di wilayah-wilayah lindung.

Misi

 

Proyek Sumatran Tiger bertujuan untuk melindungi dan mempromosikan sistem pengelolaan yang berkelanjutan bagi wilayah dengan keanekaragaman hayati penting di Indonesia. Proyek ini bertujuan untuk memperbaiki praktik konservasi keanekaragaman hayati di sejumlah lanskap prioritas di Sumatra melalui penerapan praktik-praktik manajemen terbaik di kawasan lindung dan lanskap produksi di sekitarnya, menggunakan indikator pelestarian dan pemulihan habitat harimau sebagai indikator kesuksesan.

Cara yang paling tepat untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan melaksanakan Rencana Pemulihan Harimau Nasional (RPHN) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dalam rencana ini terkandung berbagai elemen yang diperlukan untuk melindungi hutan, hewan serta tumbuhan liar di Sumatera.

Proyek ini menyadari bahwa upaya pada masa lalu untuk mencapai tujuan tersebut di Sumatera terhambat oleh buruknya perencanaan kelembagaan serta lemahnya koordinasi dan kerja sama antara berbagai instansi pemerintah dan organisasi kemasyarakatan. Hal tersebut terjadi karena ketiadaan kerangka kerja yang efektif untuk berbagi informasi dan strategi pembangunan, masih terbatasnya bidang kolaborasi, serta lemahnya kapasitas dan keahlian kunci untuk melakukan aksi-aksi tersebut.

Proyek ini bertujuan untuk mengatasi berbagai masalah kelembagaan, tata kelola dan finansial tersebut yang saat ini mencegah tercapainya target dari proyek. Proyek akan menciptakan model tata kelola keanekaragaman hayati yang didasarkan atas kemitraan antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan yang bisa diterapkan di semua target lanskap dan bisa disebarluaskan ke seluruh Sumatera dan jika memungkinkan ke seluruh Indonesia.