TN Berbak Sembilang Gelar Workshop Ekosistem Lahan Basah

Jambi, 22 Nopember 2017 – Dalam rangka penyusunan Rencana Pengelolaan Jangka Panjang Kawasan Taman Nasional Berbak tahun 2018-2027, Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang melalui Proyek Sumatran Tiger – GEF – UNDP melaksanakan Workshop Ekosistem Lahan Basah Berbak dan Workshop Species Kunci Berbak yang dilaksanakan pada tanggal 21-22 Nopember 2017 di Hotel Odua Weston Jambi.

Kegiatan workshop ini ditujukan untuk mengeksplorasi data dan informasi terkait kawasan TN Berbak untuk merumuskan kembali nilai-nilai penting kawasan TN Berbak dalam penyusunan RPJP TN Berbak tahun 2018-2027 terutama terkait Konservasi lahan basah (wetland) dan species kunci yang merupakan nilai penting yang menjadi mandat utama ditetapkanya kawasan TN Berbak menjadi Taman Nasional.

Kegiatan ini dihadiri oleh stakeholder terkait dalam pengelolaan TN Berbak (Bappeda Propinsi, Dinas Kehutanan Propinsi, BKSDA Jambi, BTNBS, UPT Tahura Rangkayo Hitam, Bappeda Muara Jambi, Bappeda Tanjung Jabung Timur, ZSL, Gita Buana, Wetland Internasional Pinang Sebatang) kegiatan workshop tersebut melibatkan narasumber yang kompeten dalam bidang konservasi lahan basah dan spesies flora-fauna khususnya kawasan Berbak yaitu: Direktorat KK Ditjen KSDAE, Direktorat BPEE Ditjen KSDAE, Direktorat KKH Ditjen KSDAE, Sdr. Yus Rusila Noor- Wetland Internasional, Dr. Cherita Yunnia – Tenaga Ahli Kemenko Maritim, Nursanti-Universitas Jambi, Dr. Dolly Priyatna- member of Tapir Specialist Group-IUCN SSC, Sdr. Yoan Dinata-ZSL, Sdr. Iding Ahmad Haidir-Karya Siswa (S3) KemenLHK, Dr. Irawati-Peneliti LIPI, Dr. Asmadi Saad-Tenaga Ahli BRG, Nursanti, S.Hut, M.Si.-Pengajar Fakultas Kehutanan Universitas Jambi dan Sdr. Madari- Pelaku Sejarah TNB. Proses diskusi workshop dipandu oleh Kristiani Fajar Wianti-Pengajar Fakultas Kehutanan UGM.

Kegiatan workshop yang dilaksanakan selama dua hari ini dibuka secara resmi oleh Kepala Balai TN Berbak dan Sembilang Ir. Pratono Puroso, M.Sc

Pelaksanaan acara workshop ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk proyeksi pengelolaan ekosistem lahan basah dan spesies penting di TN Berbak kedepanya hingga terbentukanya satu Dokumen Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) sebagai pedoman dalam pengelolaan Kawasan TN Berbak.

Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) merupakan rencana pengelolaan yang disusun berdasarkan hasil inventarisasi potensi kawasan dan penataan kawasan dalam zona/blok dengan memperhatikan fungsi kawasan, aspirasi para pihak dan rencana pembangunan daerah. Rencana pengelolaan akan membantu pengelola untuk memenuhi mandat pengelolaan khusus yang telah ditetapkan bagi suatu kawasan konservasi. Mandat ini merupakan alasan utama perlindungan kawasan (key feature versi IUCN atau Outstanding Universal Value versi UNESCO) dan menjadi indikator utama keberhasilan pengelolaan.

@SumatranTigerID

Tiger Dukung Pengembangan Sistem SMART

Proyek Sumatran Tiger memberikan bantuan berupa perangkat komputer yang akan dipakai untuk pangkalan data patroli SMART. Peralatan komputer yang disediakan adalah: 4 unit Desktop komputer dilengkapi dengan UPS, 4 unit printer laserjet, 4 unit wifi portabel dan 1 unit scanner ADF (Automatic Document Feeder).

Dengan tersedianya peralatan komputer database SMART, data kegiatan patroli dapat direkam secara baik sehingga kegiatan patroli dapat dipantau dan dianalisis untuk perencanaan dan peningkatan patroli.

Tersedianya peralatan komputer untuk pusat data SMART merupakan tahap awal untuk membangun sistem SMART di Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS). TNBS akan menetapkan personil yang menjadi operator SMART melalui surat keputusan kepala balai.

Selanjutnya akan dilakukan pelatihan operator SMART oleh mitra Organisasi Internasional Non Pemerintah yaitu Zoological Society of London (ZSL). Penyerahan komputer akan dilakukan setelah pelatihan penerapan SMART pada 21-25 Agustus ini.

Dalam rangka membangun sistem SMART, proyek juga mendukung kegiatan patroli pengamanan hutan berbasis SMART oleh Balai TNBS. Sebelum pelaksanaan patroli dilakukan briefing persiapan patroli dengan narasumber ZSL. Dalam rapat persiapan tersebut ZSL memaparkan teknik pelaksanaan patroli berbasis SMART guna mengoptimalkan dukungan dari proyek.

Kegiatan Patroli berbasis SMART yang selama ini dilaksanakan adalah patroli TPPU (Tiger Protection Patrol Unit) yang dikelola oleh ZSL dengan melibatkan beberapa petugas Polhut TNBS.

@SumatranTigerID