Proyek Tiger Dukung Restorasi Ekosistem TNGL

Proyek Sumatran Tiger mendukung rencana Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser untuk melakukan restorasi ekosistem di TNGL. Dalam pertemuan perdana dilaksanakan hari ini, Kamis, 11 Juli 2019, di kantor BBTNGL Medan diidentifikasi kondisi lahan-lahan kritis pada kawasan TNGL dilingkup BPTN Wilayah-II Kutacane, yang akan dilakukan restorasi malalui skema pendekatan role model dan yang telah dilaksanakan oleh TNGL selama ini.

Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser dalam pertemuan ini melibatkan para pemangku bidang wilayah pengelolaan dan Lembaga-lembaga mitra restorasi dari BBTNGL.

Balai akan mengidentifikasi mitra-mitra TNGL yang terlibat dalam proses restorasi ekosistem di TNGL di lingkup BPTN Wilayah-II Kutacane selama ini, yang didukung oleh pihak-pihak donor lain melalui proses paparan yang disampaikan oleh mitra yang diundang.

Dalam acara ini juga akan ditetapkan lembaga mitra yang akan terlibat dalam proyek restorasi yang didukung oleh pihak Proyek Sumatran Tiger (GEF-UNDP), melalui proses pertimbangan teknis dari Kepala Balai Besar TNGL dan disepakati secara bersama oleh pihak PMU Proyek Sumatran Tiger dan/atau perwakilan dari UNDP Indonesia.

Rapat akan merumuskan tahapan proses restorasi dan pembagian peran antara mitra dengan Balai Besar TNGL, untuk lokasi yang telah disepakati secara bersama.

Kegiatan pemulihan kawasan (restorasi ekosistem) pada kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), merupakan bagian upaya pemulihan dan konservasi habitat harimau sumatera dan satwa liar lainnya yang menjadi prioritas kerja dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang membutuhkan dukungan dari para para pihak, agar proses yang dilaksanakan dapat memberikan dampak yang didapat dirasakan secara langsung dalam waktu dekat.

@SumatranTigerID

TN Berbak Sembilang Gelar Workshop Ekosistem Lahan Basah

Jambi, 22 Nopember 2017 – Dalam rangka penyusunan Rencana Pengelolaan Jangka Panjang Kawasan Taman Nasional Berbak tahun 2018-2027, Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang melalui Proyek Sumatran Tiger – GEF – UNDP melaksanakan Workshop Ekosistem Lahan Basah Berbak dan Workshop Species Kunci Berbak yang dilaksanakan pada tanggal 21-22 Nopember 2017 di Hotel Odua Weston Jambi.

Kegiatan workshop ini ditujukan untuk mengeksplorasi data dan informasi terkait kawasan TN Berbak untuk merumuskan kembali nilai-nilai penting kawasan TN Berbak dalam penyusunan RPJP TN Berbak tahun 2018-2027 terutama terkait Konservasi lahan basah (wetland) dan species kunci yang merupakan nilai penting yang menjadi mandat utama ditetapkanya kawasan TN Berbak menjadi Taman Nasional.

Kegiatan ini dihadiri oleh stakeholder terkait dalam pengelolaan TN Berbak (Bappeda Propinsi, Dinas Kehutanan Propinsi, BKSDA Jambi, BTNBS, UPT Tahura Rangkayo Hitam, Bappeda Muara Jambi, Bappeda Tanjung Jabung Timur, ZSL, Gita Buana, Wetland Internasional Pinang Sebatang) kegiatan workshop tersebut melibatkan narasumber yang kompeten dalam bidang konservasi lahan basah dan spesies flora-fauna khususnya kawasan Berbak yaitu: Direktorat KK Ditjen KSDAE, Direktorat BPEE Ditjen KSDAE, Direktorat KKH Ditjen KSDAE, Sdr. Yus Rusila Noor- Wetland Internasional, Dr. Cherita Yunnia – Tenaga Ahli Kemenko Maritim, Nursanti-Universitas Jambi, Dr. Dolly Priyatna- member of Tapir Specialist Group-IUCN SSC, Sdr. Yoan Dinata-ZSL, Sdr. Iding Ahmad Haidir-Karya Siswa (S3) KemenLHK, Dr. Irawati-Peneliti LIPI, Dr. Asmadi Saad-Tenaga Ahli BRG, Nursanti, S.Hut, M.Si.-Pengajar Fakultas Kehutanan Universitas Jambi dan Sdr. Madari- Pelaku Sejarah TNB. Proses diskusi workshop dipandu oleh Kristiani Fajar Wianti-Pengajar Fakultas Kehutanan UGM.

Kegiatan workshop yang dilaksanakan selama dua hari ini dibuka secara resmi oleh Kepala Balai TN Berbak dan Sembilang Ir. Pratono Puroso, M.Sc

Pelaksanaan acara workshop ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk proyeksi pengelolaan ekosistem lahan basah dan spesies penting di TN Berbak kedepanya hingga terbentukanya satu Dokumen Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) sebagai pedoman dalam pengelolaan Kawasan TN Berbak.

Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) merupakan rencana pengelolaan yang disusun berdasarkan hasil inventarisasi potensi kawasan dan penataan kawasan dalam zona/blok dengan memperhatikan fungsi kawasan, aspirasi para pihak dan rencana pembangunan daerah. Rencana pengelolaan akan membantu pengelola untuk memenuhi mandat pengelolaan khusus yang telah ditetapkan bagi suatu kawasan konservasi. Mandat ini merupakan alasan utama perlindungan kawasan (key feature versi IUCN atau Outstanding Universal Value versi UNESCO) dan menjadi indikator utama keberhasilan pengelolaan.

@SumatranTigerID