Balai Besar TNBBS Sosialisasikan Prosedur Patroli

Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan didukung oleh Proyek Sumatran Tiger menyelenggarakan sosialisasi prosedur patroli (protap) mulai tanggal 1-2 Juli 2019 di Kantor Seksi Wilayah II Bengkunat, Pesisir Barat.

“Tujuan dibuatnya Protap ini agar pelaksanaan patroli dapat berjalan dengan efektif. Dilampiri dengan format pelaporan patroli agar ada keseragaman pelaporan. Lampiran lainnya ada Buku Protap Patroli dan Buku Saku Polhut,” demikian penjelasan awal Jimmy Fonda, SH, Kepala SPTN Wilayah II Bengkunat tentang protap patroli di kantornya.

Buku Protap Balai Besar TNBBS ini disosialisasikan dengan pendekatan di tingkat seksi wilayah sekaligus dilakukan evaluasi SMART Patrol di tingkat seksi.

Sosialisasi yang diselenggarakan atas kerjasama Balai Besar TNBBS dengan Sumatran Tiger Project GEF-UNDP, dan WCS-IP, dihadiri oleh empat resor yang berada di seksi wilayah II Bengkunat; Resor Way Haru, Resor Ngambur, Resor Pemerihan, Resor Biha, MMP (Masyarakat Mitra Polhut), PEH, PPNPM, tim patroli WCS, tim patroli YABI, WWF, RC Sumatran Tiger Project.

Selaku narasumber untuk Protap Patroli adalah Agus Hartono, S.Sos, Kepala SPTN Wilayah II Bengkunat, dan untuk Buku Patroli oleh Wawan Eviyanto, S.P, MM, Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan, Pengawetan, untuk Buku Saku Polhut oleh Kasat Polhut Balai Besar TNBBS.

Kesempatan ini juga sebagai ajang menyatukan pemahaman bersama terhadap menterjemahkan isi protap berikut lampirannya. Dan sikap atau langkah apa yang akan ditempuh oleh tim patroli ketika mendapatkan temuan-temuan di tingkat lapang.

Dalam prosesnya terjadi sharing pengalaman dan pengetahuan dari polhut senior kepada polhut yang masih minim pengalaman. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan protap dapat dijalankan dengan baik, dan jika dalam pelaksanaan mengalami kebingungan atau kurang jelas dalam memahami protap, dapat di konsultasikan kepada Kasat Polhut selaku Pengendali patroli.

@SumatranTigerID

Pelatihan Tingkatkan Kapasitas Petugas Patroli TNKS

Proyek Sumatran Tiger mendukung pelatihan identifikasi pohon, raflesia, bunga bangkai, burung dan jejak satwa, beserta pelatihan teknik pengumpulan alat bukti dan penyusunan laporan kejadian pada tindak pidana kehutanan untuk petugas lapangan pelaksana patroli rimba berbasis SMART (Spatial Monitoring And Reporting Tool) di Taman Nasional Kerinci Seblat.

Raflesia, bunga bangkai, harimau sumatera, gajah sumatera dan rangkong merupakan jenis-jenis keanekaragaman hayati yang menjadi Nilai Penting Kawasan (NPK) TNKS saat ini. Identifikasi keberadaan/sebaran jenis-jenis ini baik secara langsung maupun tidak langsung penting untuk diketahui oleh petugas guna perencanaan pengelolaan yang lebih baik.

Spatial Monitoring and Reporting Tool (SMART) merupakan suatu perangkat untuk mengumpulkan data spatial secara terencana, sistematis dan valid yang selanjutnya dapat dianalisis sebagai bahan evaluasi untuk upaya-upaya peningkatan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja petugas, agar mampu menghasilkan data lapangan hasil kegiatan patroli yang berkualitas. Kegiatan patroli dilaksanakan sebagai upaya perlindungan kawasan, pengambilan data dan informasi dari lapangan. Kemampuan petugas lapangan dalam mengidentifikasi potensi keanekaragaman hayati beserta ancaman yang ada sangat diperlukan untuk memperoleh data lapangan yang berkualitas baik.

Pembelajaran secara teori dilaksanakan di kelas di Hotel Arafah Kota Sungai Penuh, yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan praktek lapangan selama 2 hari di sekitar kawasan TNKS di Resor Sungai Penuh di Bukit Tapan Kabupaten Kerinci.

Materi Pelatihan terdiri dari:

1.Selayang pandang Patroli berbasis SMART yang disampaikan oleh Wido R Albert (FFI IP di Sungai Penuh)

2.Identifikasi dan cara pengambilan data pohon potensial yang disampaikan oleh Dr. Nurainas, M.Si (Dosen Universitas Andalas)

3.Identifikasi dan cara pengambilan data raflesia dan bunga bangkai yang disampaikan oleh Septi Andriki dari Komunitas Peduli Puspa Langka Bengkulu Utara (KPPLBU)

4.Identifikasi dan cara pengambilan data burung dan jejak satwa yang disampaikan oleh Dr. Wilson Novarino, M.Si (Dosen Universitas Andalas)

5.Teknik pengumpulan alat bukti dan penyusunan laporan kejadian pada tindak pidana kehutanan yang disampaikan oleh Ipda. Jeki Noviardi, SH.

Peserta pelatihan merupakan perwakilan petugas lapangan dari 15 resor Balai Besar TN Kerinci Seblat, Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Jambi, KPHP Unit I Kerinci, KPHP Unit II Bungo, KPHP Merangin, Lingkar Institute ICS Padang Aro, Pelestarian Harimau Sumatera -Kerinci Seblat, Kelompok Konservasi Mandiri Bangun Rejo, Kelompok Pencinta Alam Lubuk Panjang Kabupaten Pesisir Selatan dan Perlindungan Hutan Berbasis Nagari Sako Tapan.

Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama 3 hari yaitu tanggal 25 – 27 Juni 2019 ini merupakan bagian dari rencana kerja PIU Sumatran Tiger Project lanskap TNKS tahun 2019.

@SumatranTigerID

Jurnalis Kunjungi Taman Nasional Gunung Leuser

Proyek Sumatran Tiger baru saja selesai melaksanakan fasilitasi kunjungan jurnalis ke Taman Nasional Gunung Leuser dari tanggal 27-29 Agustus 2018. Acara kunjungan kali ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat kegiatan perlindungan kawasan, terutama kegiatan patroli SMART di Resor Bukit Lawang.

Hari pertama kunjungan kami isi dengan diskusi bersama Kepada Bidang Teknis Konservasi di Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Bapak Adhi Nurul Hadi beserta tim dilanjutkan dengan perjalan ke Resor Bukit Lawang pada hari kedua.

Di Bukit Lawang, tim yang terdiri dari Jurnalis dari Harian Kompas, The Jakarta Post, Staff PMU dan PIU Sumatran Tiger serta Staff WCS, bertemu dengan Tim Patroli Mandiri yang diketuai oleh Pak Misno.

Tim patroli mandiri ini mendapatkan dukungan dari Proyek Sumatran Tiger baik dari sisi pendanaan maupun peningkatan kapasitas melalui bantuan mitra WCS atau Wildlife Conservation Society Indonesia.

Tim jurnalis melakukan diskusi dan wawancara dengan semua anggota tim patroli untuk mendapatkan pembelajaran dari penerapan patroli SMART yang dinilai berhasil. Pada tahun 2017, Misno dan tim berpatroli sebanyak 10x selama 96 hari dengan total jangkauan 204,54 km, atau hampir sama dengan jarak Jakarta – Cirebon.

Berbagai temuan patroli SMART di lapangan oleh Misno dan tim menjadi basis perencanaan dan pembuatan keputusan dalam strategi pengawasan dan pengaman di Taman Nasional. Semoga keberhasilan ini bisa menjadi contoh positif dalam penerapan sistem patroli yang lebih efisien dan efektif terutama dalam menghadapi berbagai macam ancaman dan gangguan di kawasan taman nasional seperti perambahan, perburuan, dsb.

Tim patroli SMART juga melakukan penyadartahuan di masyarakat serta melakukan pengawasan dan pemantauan potensi lingkungan, agar lingkungan, tumbuhan dan satwa liar di wilayah taman nasional tetap lestari.

@SumatranTigerID

Tiger Dukung Pengembangan Sistem SMART

Proyek Sumatran Tiger memberikan bantuan berupa perangkat komputer yang akan dipakai untuk pangkalan data patroli SMART. Peralatan komputer yang disediakan adalah: 4 unit Desktop komputer dilengkapi dengan UPS, 4 unit printer laserjet, 4 unit wifi portabel dan 1 unit scanner ADF (Automatic Document Feeder).

Dengan tersedianya peralatan komputer database SMART, data kegiatan patroli dapat direkam secara baik sehingga kegiatan patroli dapat dipantau dan dianalisis untuk perencanaan dan peningkatan patroli.

Tersedianya peralatan komputer untuk pusat data SMART merupakan tahap awal untuk membangun sistem SMART di Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS). TNBS akan menetapkan personil yang menjadi operator SMART melalui surat keputusan kepala balai.

Selanjutnya akan dilakukan pelatihan operator SMART oleh mitra Organisasi Internasional Non Pemerintah yaitu Zoological Society of London (ZSL). Penyerahan komputer akan dilakukan setelah pelatihan penerapan SMART pada 21-25 Agustus ini.

Dalam rangka membangun sistem SMART, proyek juga mendukung kegiatan patroli pengamanan hutan berbasis SMART oleh Balai TNBS. Sebelum pelaksanaan patroli dilakukan briefing persiapan patroli dengan narasumber ZSL. Dalam rapat persiapan tersebut ZSL memaparkan teknik pelaksanaan patroli berbasis SMART guna mengoptimalkan dukungan dari proyek.

Kegiatan Patroli berbasis SMART yang selama ini dilaksanakan adalah patroli TPPU (Tiger Protection Patrol Unit) yang dikelola oleh ZSL dengan melibatkan beberapa petugas Polhut TNBS.

@SumatranTigerID

3 Panduan Patroli SMART-RBM

Guna mendukung upaya konservasi harimau, Proyek Sumatran Tiger bekerja sama dengan berbagai pihak juga telah menerbitkan 3 panduan patroli SMART-RBM.

Kegiatan patroli SMART RBM bertujuan untuk meningkatkan pengamanan area-area kunci yang menjadi habitat harimau. Area-area kunci ini tidak hanya di lokasi proyek Sumatran Tiger yaitu di Taman Nasional Berbak Sembilang, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Nasional Gunung Leuser, namun juga di wilayah-wilayah habitat harimau sumatera yang lain.

Ketiga buku panduan patroli SMART-RBM ini bisa diunduh langsung dari situs Sumatran Tiger di tautan berikut. Klik judul masing-masing publikasi untuk mengunduh dokumennya: Publikasi Sumatran Tiger.

@SumatranTigerID

Tiger dan TNBBS Inisiasi Patroli Harimau

Unit implementasi proyek (PIU) Sumatran Tiger di Bukit Barisan Selatan dan tim Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Bukit Barisan Selatan melaksanakan patroli bersama perdana pada Mei dan Juni 2017. Patroli ini dilaksanakan di tiga tempat yang menjadi habitat harimau sumatera yaitu Merbak dan Sekincau di Lampung Barat serta Merpas di wilayah Bintuhan, Bengkulu Selatan.

Sebanyak 3 tim dimana masing-masing tim beranggotakan 3 orang yang terdiri dari polisi hutan dan masyarakat mitra polisi (MMP), turut serta dalam kegiatan patroli selama 7 hari ini.

Tim patroli berupaya memantau penyebaran populasi satwa dan aktivitas manusia. Mereka juga memetakan distribusi ancaman, kehidupan liar dan kerusakan kawasan hutan.

Tim patroli berupaya meningkatkan kesadaran hukum masyarakat tentang perlunya menjaga kelestarian hutan, melakukan pendataan atau pembuatan peta kerawanan hutan, serta berupaya menyelesaikan kasus-kasus bidang kehutanan.

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan adalah Tiger Conservation Landscape, lanskap yang diperuntukkan bagi kelestarian harimau sumatera.

Estimasi populasi harimau dengan menggunakan pendekatan Capture Mark Recapture pada 2002 menunjukkan angka kepadatan 1,22 ekor harimau/100 km2.

Sementara hasil survey 2015 menggunakan metode Spatially Explicit Capture and Recapture diketahui adanya peningkatan populasi harimau sumatera di TNBBS menjadi 3,2 ekor harimau/100 km2 atau diestimasikan sebesar 55 ekor (di luar areal Tampang Belimbing yang memiliki populasi sebesar 32 ekor).

@SumatranTigerID

Proyek Dukung Patroli Sapu Jerat di TNKS

Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) terletak di empat provinsi (Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Jambi, Provinsi Bengkulu dan Provinsi Sumatera Selatan) menghadapi tekanan atau gangguan dari berbagai arah penjuru. Gangguan/kerusakan ekosistem hutan disebabkan oleh berbagai kepentingan seperti pembukaan hutan untuk lahan pertanian masyarakat, penebangan liar, perburuan satwa liar, penambangan illegal, dan pembukaan jalan baru.

Guna menekan perburuan liar dan kegiatan ilegal yang lain, Proyek Sumatran Tiger mendukung patroli sapu jerat bersama tim Polisi Kehutanan dan Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan TNKS, serta Tim Pelestarian Harimau Sumatera Kerinci Seblat (PHSKS).

Patroli kali ini terfokus pada pengambilan jerat harimau sumatera dan satwa mangsa, pendokumentasian dan pencatatan data temuan perjumpaan langsung maupun tidak langsung (indikator) keberadaan satwa, serta ancaman terhadap kerusakan kawasan TNKS. Umumnya jerat yang dipasang oleh pemburu dapat menyasar binatang apa saja yang melintas di atas jerat tersebut.

Patroli sapu jerat harimau dan satwa mangsa di kawasan TNKS dilaksanakan pada bulan Juni 2017. Masing-masing lokasi memiliki waktu pelaksanaan sebanyak 7 hari kerja di 3 lokasi yang berbeda, yaitu: Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah VI Bengkulu Resort Bengkulu Utara – Mukomuko (4-10 Juni 2017); SPTN Wilayah I Jambi Resort Kerinci Utara (11-17 Juni 2017); dan SPTN Wilayah IV Solok Selatan Resort Sungai Lambai (15-21 Juni 2017).

Patroli ini juga dilaksanakan untuk menindaklanjuti hasil patroli Tim PHSKS pada bulan April yang menemukan banyak jerat yang masih baru dibuat di sekitar lokasi Ladeh Panjang (SPTN Wilayah I Jambi Resort Kerinci Utara).

Patroli sapu jerat ini berjalan dengan baik. Jumlah kehadiran petugas di lapangan meningkat. Tim tidak menemukan titik perambahan baru. Jumlah kilometer patroli yang dilaksanakan oleh petugas TNKS dengan menggunakan dana proyek ini adalah 56,84 km. Jumlah temuan jerat sebanyak 44 jerat. Aktivitas perburuan terhenti sementara, ditemukannya 2 ekor rusa (mati) , dan 2 ekor babi hutan (1 individu masih dalam keadaan hidup) yang terjerat. Diduga pemburu enggan masuk ke kawasan karena 2 bulan sebelumnya juga dilaksanakan patroli rutin oleh tim PHSKS.

@SumatranTigerID

Tiger Fasilitasi Patroli SMART

Proyek Sumatran Tiger memfasilitasi introduksi patroli berbasis SMART dan pengamanan hutan di kawasan Balai TNBS dari kegiatan perambahan dan perburuan, khususnya perburuan harimau sumatera.

Patroli pengamanan hutan berbasis SMART pada Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS) dilaksanakan di Jambi pada tanggal 14-18 Juni 2017 dan di Palembang, 15-18 Juni 2017. Kegiatan ini bertujuan untuk menginternalisasi patroli pengamanan hutan berbasis SMART di Balai TNBS.

Patroli dilakukan selama 5 hari, di 3 SPTN (Seksi Pengelolaan TN) pada 9 resort yaitu: Seksi I: Resort Pematang Raman, Resort Sei Rambut, Resort Rantau Rasau, Seksi II: Resort Lalan, Resort Simpang Satu, Resort Solok Buntu dan Seksi III: Resort Cemara, Resort Simpang Malaka, Resort Terusan Dalam.

Perambahan di dalam kawasan TNBS yang telah terobservasi berbentuk pengambilan kayu dari pohon-pohon mati akibat kebakaran dan membuka lahan bekas terbakar di dalam kawasan TNBS menjadi lahan pertanian. Dalam patroli ini tim berhasil menyita barang bukti berupa 1 buah gergaji mesin berikut peralatan perawatannya.

@SumatranTigerID