Jurnalis Kunjungi Taman Nasional Gunung Leuser

Proyek Sumatran Tiger baru saja selesai melaksanakan fasilitasi kunjungan jurnalis ke Taman Nasional Gunung Leuser dari tanggal 27-29 Agustus 2018. Acara kunjungan kali ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat kegiatan perlindungan kawasan, terutama kegiatan patroli SMART di Resor Bukit Lawang.

Hari pertama kunjungan kami isi dengan diskusi bersama Kepada Bidang Teknis Konservasi di Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Bapak Adhi Nurul Hadi beserta tim dilanjutkan dengan perjalan ke Resor Bukit Lawang pada hari kedua.

Di Bukit Lawang, tim yang terdiri dari Jurnalis dari Harian Kompas, The Jakarta Post, Staff PMU dan PIU Sumatran Tiger serta Staff WCS, bertemu dengan Tim Patroli Mandiri yang diketuai oleh Pak Misno.

Tim patroli mandiri ini mendapatkan dukungan dari Proyek Sumatran Tiger baik dari sisi pendanaan maupun peningkatan kapasitas melalui bantuan mitra WCS atau Wildlife Conservation Society Indonesia.

Tim jurnalis melakukan diskusi dan wawancara dengan semua anggota tim patroli untuk mendapatkan pembelajaran dari penerapan patroli SMART yang dinilai berhasil. Pada tahun 2017, Misno dan tim berpatroli sebanyak 10x selama 96 hari dengan total jangkauan 204,54 km, atau hampir sama dengan jarak Jakarta – Cirebon.

Berbagai temuan patroli SMART di lapangan oleh Misno dan tim menjadi basis perencanaan dan pembuatan keputusan dalam strategi pengawasan dan pengaman di Taman Nasional. Semoga keberhasilan ini bisa menjadi contoh positif dalam penerapan sistem patroli yang lebih efisien dan efektif terutama dalam menghadapi berbagai macam ancaman dan gangguan di kawasan taman nasional seperti perambahan, perburuan, dsb.

Tim patroli SMART juga melakukan penyadartahuan di masyarakat serta melakukan pengawasan dan pemantauan potensi lingkungan, agar lingkungan, tumbuhan dan satwa liar di wilayah taman nasional tetap lestari.

@SumatranTigerID

Pelatihan Implementasi SMART di TN Gunung Leuser

Proyek Transforming Effectiveness of Biodiversity Conservation in Priority Sumatran Landscapes (Sumatran Tiger Project) mendukung rencana pelaksanaan kegiatan Pelatihan Implementasi Sistem Pendataan dan Pelaporan Patroli berbasis SMART bagi Tim Resort Lingkup BPTN-I Tapaktuan – Balai Besar TN Gunung Leuser.

Kegiatan ini adalah wujud nyata peningkatan kapasitas pemangku pengelola di tingkat tapak dalam pengamanan dan perlindungan kawasan TNGL Wilayah BPTN-I Tapaktuan. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 13-14 Agustus 2018, yang bertempat di Kota Tapaktuan, Aceh Selatan.

Penyelenggaraan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahanan dan pembelajaran tim Patroli SMART ditingkat tapak terhadap sistem pendataan dan pelaporan rutin dan kemampuan para petugas ditingkat tapak (Resort) terhadap skema Patroli berbasis SMART sesuai dengan kebutuhan (kekinian) yang diharapkan.

Adapun sasaran dari pelaksanaan kegiatan ini, adalah para pendukung Patroli berbasis SAMRT lingkup SPTN-I Balngpidie (Aceh Barat Daya) dan SPTN-II Kluet (Aceh Selatan) lingkup BPTN wilayah-I Tapaktuan, yang total keseluruhan pesertanya sebanyak 31 orang.

Kegiatan ini sepenuhnya akan diselenggarakan oleh tim teknis dari Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, dengan dukungan assistensi tim fasilitator dari WCS IP dan dukungan pendanaan dari GEF-UNDP Sumatran Tiger Project.

@SumatranTigerID

Proyek Tiger, TNKS dan FFI Kembali Gelar Patroli Rimba

Proyek Sumatran Tiger kembali memfasilitasi Patroli Rimba yang dilaksanakan oleh petugas Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan Masyarakat Mitra Polisi Hutan dari tanggal 14-20 April 2018.

Lokasi patroli dimulai dari Desa Napal Melintang Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan (wilayah Resort Musi Rawas Lubuk Linggau).

Kegiatan patroli ini adalah bagian dari kegiatan untuk penyegaran penggunaan aplikasi SMART 4 bekerja sama dengan Fauna and Flora International dengan dana dari Proyek Sumatran Tiger.

Data-data yang terkumpul dari lapangan di Taman Nasional Kerinci Seblat selama tahun 2018 diharapkan akan semakin kaya melalui kegiatan patroli ini. Aktivitas dari Proyek Sumatran Tiger ini juga bertujuan untuk menularkan penggunaan SMART pada setiap kegiatan lapangan di TNKS selain mendukung pengamanan/perlindungan kawasan TNKS dan meningkatkan kehadiran petugas di lapangan.

@SumatranTigerID

Cerdas Mengelola Data Dengan Aplikasi “SMART”

Liwa, 26 Januari 2018 – Pengelolaan taman nasional memiliki dinamika permasalahan yang kompleks, dibutuhkan ketersediaan data akurat untuk pengambilan keputusan yang efektif dalam menyelesaikan permasalahan. Balai Besar TNBBS bersama UNDP Tiger Project menyelenggarakan Pelatihan Penyeragaman Pengumpulan Data Patroli Berbasis SMART tanggal 25 s.d. 26 Januari 2018, bertempat di Kantor Bidang Pengelolaan Taman Nasional (BPTN) Wilayah II Liwa.

Smart Patrol adalah sebuah sistem yang memaksimalkan kegiatan patroli dan menggunakan “kekuatan informasi” untuk meningkatkan efektifitas pengelolaan kawasan, termasuk upaya preventif untuk mengeliminir kegiatan illegal dan upaya represif dalam rangka penegakan hukum, serta melindungi satwa liar dan habitatnya di kawasan konservasi yang didukung oleh perangkat lunak spasial yang bernama MIST (Management Information System). Smart Patrol ini memiliki empat komponen pengambilan data utama yaitu: data spasial lokasi; tanggal dan waktu patroli; data observasi fauna di TNBBS termasuk tiga spesies kunci (Harimau Sumatera, Gajah Sumatera dan Badak Sumatera), empat spesies tumbuhan utama yaitu raflesia, Amorphopallus, kantung semar dan anggrek hutan serta aktivitas manusia dalam kawasan seperti perambahan dan pembalakan liar.

“Petugas Balai Besar TNBBS telah melaksanakan kegiatan Smart Patrol dalam setiap kegiatan patroli, sehingga dapat mempermudah pembuatan laporan dan pemutakhiran data. Namun untuk mempertahankan dan memperkuat pengetahuan petugas Balai Besar TNBBS mengenai patroli berbasis SMART, maka perlu dilakukan pelatihan penyegaran untuk penyeragaman pengumpulan data patroli berbasis SMART ini.” ujar Kepala Balai Besar TNBBS Ir. Agus Wahyudiyono saat membuka pelatihan ini.

Regional Coordinator PIU TNBBS Verry Iwan Stiawan mengatakan bahwa UNDP Tiger Project memandang pentingnya ketersediaan data Harimau Sumatera di TNBBS. “Teman – teman petugas di lapangan telah melakukan patroli rutin, data diolah dengan aplikasi SMART, dan kegiatan ini kita kenal dengan SMART Patrol. Data yang terkumpul tidak hanya data Harimau Sumatera, tetapi ada data Gajah Sumatera dan Badak Sumatera. Ketiga spesies mamalia besar ini merupakan satwa kunci TNBBS”, tambah Verry.

Pelatihan ini diikuti oleh 32 peserta, berasal dari 17 Resort yang ada di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Narasumber dan instruktur menyampaikan materi tentang : Patroli Pengamanan Hutan; Pengantar Sistem SMART; Implementasi SMART di TNBBS; Struktur Data SMART dan Pengisian Buku Patroli Berbasis SMART. Para peserta pelatihan melakukan Praktek Lapangan Aplikasi SMART Patrol di Resort Balik Bukit Bumi Perkemahan Kubuperahu. “Dengan diselenggarakannya pelatihan SMART Patrol ini yang diikuti oleh Polhut dan MMP, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan petugas Balai Besar TNBBS dalam melakukan patroli berbasis SMART, serta memberikan pengetahuan mengenai patroli SMART kepada Polhut dan Masyarakat Mitra Polhut” kata Kepala Bidang Teknis Konservasi Ismanto, S.Hut.,M.P.

Sumber: Balai Besar TN Bukit Barisan Selatan

BBTN Kerinci Seblat Selenggarakan Workshop Sistem SMART

Sungai Penuh (19/1/2018). Kegiatan ini diinisiasi oleh Fauna-Flora International Indonesia Program (FFI-IP) bekerjasama dengan BBTNKS dan didukung penuh oleh proyek Sumatran Tiger GEF-UNDP. Pertemuan ini merupakan kegiatan lanjutan dari pelatihan penyegaran SMART yang diadakan di tanggal 26-27 Agustus 2017 lalu. Pertemuan tersebut membahas beberapa komitmen terkait target patrol, pelaporan dan kinerja tim hingga Desember 2017 lalu.

“Kita berharap adanya sistem ini akan meningkatkan kinerja lapangan dan menyegerakan pembuatan hasil data lapangan dan pelaporan sehingga membantu kami di tingkat pemangku kebijakan dalam mengambil keputusan yang tepat” ujar Ir. Rusman sebagai Kepala Bidang Teknis Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) dalam acara pembukaan Workshop Pengelolaan Basis Data Kegiatan Lapangan Menggunakan Sistem SMART yang bertempat di Hotel Kerinci, 17-18 Januari 2018.

Workshop SMART ini dihadiri oleh 22 orang peserta yang terdiri dari para admin dan operator data SMART dari kantor balai besar, masing-masing wilayah Bidang dan Seksi Pengelolaan Taman Nasional dan juga mitra dari BBTNKS. Komitmen yang baik ini akan semakin ditingkatkan melalui adanya rencana dan target lanjutan.

“Dengan dukungan mitra kerja, kita yakin pengelolaan taman nasional akan semakin baik kedepannya” ujar Andrinaldi Adnan, S.Hut selaku Kepala Seksi Pemanfaaatan dan Pelayanan BBTNKS.

Menurut Amdoni, selaku penanggung jawab data SMART BBTNKS, ada beberapa hasil dan temuan yang signifikan terkait pertemuan tersebut diantaranya adalah ketepatan waktu dalam pengumpulan data patroli ke pihak Balai. Kita melihat semua pihak punya komitmen walaupun masih banyak kekurangan dalam isian data. Namun upaya ini perlu kita apresiasi sebagai bagian kolaborasi untuk pengelolaan TNKS yang lebih baik.

Pengelolaan dan memperbarui data kondisi kawasan merupakan bagian yang penting dalam pengelolaan taman nasional, karena dengan sistem monitoring dan basis data yang baik dapat menjadi refleksi dan memberikan masukan dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan. Untuk melakukan pengelolaan data khususnya data hasil berbagai kegiatan di lapangan, saat ini telah dikembangkan sistem SMART (Spatial Monitoring And Reporting Tool) yang relatif mudah untuk dipergunakan dan direkomendasikan sebagai salah satu skema dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan.

Berdasarkan hasil rekapitulasi kegiatan yang terealisasi, jumlah tim patroli yang terlaksanan pada periode September – Desember 2017 di kawasan TNKS adalah sebanyak 20 tim, sedangkan jumlah personil tim patroli sebanyak 178 orang yang terdiri dari personil BBTNKS dan masyarakat/mitra BBTNKS.

Proyek Dukung Patroli Rimba Berbasis SMART di TNKS

Kawasan TNKS dengan luasan 1,389 juta ha terletak di 4 provinsi berpotensi menghadapi tekanan (gangguan) berupa pengambilan dan perburuan tumbuhan dan satwa liar, penebangan, pembukaan lahan dan pertambangan. Selain itu, pemantauan keanekaragaman hayati dan fitur alam di dalam kawasan TNKS juga perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Guna menekan ancaman dan melakukan pemantauan potensi sumber daya alam di Taman Nasional Kerinci Seblat, proyek Sumatran Tiger mendukung pelaksanaan patroli rimba pada tanggal 29 September, di Seksi PTN Wilayah IV Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat.

Balai Besar TNKS (BBTNKS) melibatkan masyarakat melalui pengangkatan anggota masyarakat di sekitar kawasan TNKS sebagai Masyarakat Mitra Polhut (MMP). Langkah ini menjadi alternatif bagi pengelola (BBTNKS) untuk memaksimalkan pengamanan kawasan.

Patroli rimba ini dilakukan oleh anggota Polisi Kehutanan di Seksi Pengelolaan TN Wilayah IV Sangir, MMP Resor Sungai Lambai dan MMP Resor Batang Suliti. Patroli ini targetnya dilaksanakan hingga ke zona inti kawasan TNKS. Petugas/tim akan menggunakan sistem camp berpindah dari satu titik ke titik lainnya di dalam hutan dan keluar di lokasi yang berbeda untuk memperluas wilayah patroli.

SMART (Spatial Monitoring and Reporting Tool) merupakan sistem pengelolaan data kegiatan lapangan yang bermanfaat untuk mengukur serta meningkatkan kinerja pengelolaan dalam mencapai tujuan-tujuan pengelolaan. Patroli rimba di Seksi PTN Wilayah IV Sangir dilaksanakan menggunakan sistem SMART untuk perekaman dan pengolahan data/informasi dari hasil patroli.

@SumatranTigerID

Tiger Dukung Pengembangan Sistem SMART

Proyek Sumatran Tiger memberikan bantuan berupa perangkat komputer yang akan dipakai untuk pangkalan data patroli SMART. Peralatan komputer yang disediakan adalah: 4 unit Desktop komputer dilengkapi dengan UPS, 4 unit printer laserjet, 4 unit wifi portabel dan 1 unit scanner ADF (Automatic Document Feeder).

Dengan tersedianya peralatan komputer database SMART, data kegiatan patroli dapat direkam secara baik sehingga kegiatan patroli dapat dipantau dan dianalisis untuk perencanaan dan peningkatan patroli.

Tersedianya peralatan komputer untuk pusat data SMART merupakan tahap awal untuk membangun sistem SMART di Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS). TNBS akan menetapkan personil yang menjadi operator SMART melalui surat keputusan kepala balai.

Selanjutnya akan dilakukan pelatihan operator SMART oleh mitra Organisasi Internasional Non Pemerintah yaitu Zoological Society of London (ZSL). Penyerahan komputer akan dilakukan setelah pelatihan penerapan SMART pada 21-25 Agustus ini.

Dalam rangka membangun sistem SMART, proyek juga mendukung kegiatan patroli pengamanan hutan berbasis SMART oleh Balai TNBS. Sebelum pelaksanaan patroli dilakukan briefing persiapan patroli dengan narasumber ZSL. Dalam rapat persiapan tersebut ZSL memaparkan teknik pelaksanaan patroli berbasis SMART guna mengoptimalkan dukungan dari proyek.

Kegiatan Patroli berbasis SMART yang selama ini dilaksanakan adalah patroli TPPU (Tiger Protection Patrol Unit) yang dikelola oleh ZSL dengan melibatkan beberapa petugas Polhut TNBS.

@SumatranTigerID

Tiger dan TNBBS Inisiasi Patroli Harimau

Unit implementasi proyek (PIU) Sumatran Tiger di Bukit Barisan Selatan dan tim Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Bukit Barisan Selatan melaksanakan patroli bersama perdana pada Mei dan Juni 2017. Patroli ini dilaksanakan di tiga tempat yang menjadi habitat harimau sumatera yaitu Merbak dan Sekincau di Lampung Barat serta Merpas di wilayah Bintuhan, Bengkulu Selatan.

Sebanyak 3 tim dimana masing-masing tim beranggotakan 3 orang yang terdiri dari polisi hutan dan masyarakat mitra polisi (MMP), turut serta dalam kegiatan patroli selama 7 hari ini.

Tim patroli berupaya memantau penyebaran populasi satwa dan aktivitas manusia. Mereka juga memetakan distribusi ancaman, kehidupan liar dan kerusakan kawasan hutan.

Tim patroli berupaya meningkatkan kesadaran hukum masyarakat tentang perlunya menjaga kelestarian hutan, melakukan pendataan atau pembuatan peta kerawanan hutan, serta berupaya menyelesaikan kasus-kasus bidang kehutanan.

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan adalah Tiger Conservation Landscape, lanskap yang diperuntukkan bagi kelestarian harimau sumatera.

Estimasi populasi harimau dengan menggunakan pendekatan Capture Mark Recapture pada 2002 menunjukkan angka kepadatan 1,22 ekor harimau/100 km2.

Sementara hasil survey 2015 menggunakan metode Spatially Explicit Capture and Recapture diketahui adanya peningkatan populasi harimau sumatera di TNBBS menjadi 3,2 ekor harimau/100 km2 atau diestimasikan sebesar 55 ekor (di luar areal Tampang Belimbing yang memiliki populasi sebesar 32 ekor).

@SumatranTigerID

Tiger Fasilitasi Patroli SMART

Proyek Sumatran Tiger memfasilitasi introduksi patroli berbasis SMART dan pengamanan hutan di kawasan Balai TNBS dari kegiatan perambahan dan perburuan, khususnya perburuan harimau sumatera.

Patroli pengamanan hutan berbasis SMART pada Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS) dilaksanakan di Jambi pada tanggal 14-18 Juni 2017 dan di Palembang, 15-18 Juni 2017. Kegiatan ini bertujuan untuk menginternalisasi patroli pengamanan hutan berbasis SMART di Balai TNBS.

Patroli dilakukan selama 5 hari, di 3 SPTN (Seksi Pengelolaan TN) pada 9 resort yaitu: Seksi I: Resort Pematang Raman, Resort Sei Rambut, Resort Rantau Rasau, Seksi II: Resort Lalan, Resort Simpang Satu, Resort Solok Buntu dan Seksi III: Resort Cemara, Resort Simpang Malaka, Resort Terusan Dalam.

Perambahan di dalam kawasan TNBS yang telah terobservasi berbentuk pengambilan kayu dari pohon-pohon mati akibat kebakaran dan membuka lahan bekas terbakar di dalam kawasan TNBS menjadi lahan pertanian. Dalam patroli ini tim berhasil menyita barang bukti berupa 1 buah gergaji mesin berikut peralatan perawatannya.

@SumatranTigerID